<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Belajar Blog &#187; kepuasan pembeli</title>
	<atom:link href="http://www.marurat.com/tag/kepuasan-pembeli/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.marurat.com</link>
	<description>Rahasia belajar membuat blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 10:37:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>arionlinux@yahoo.com ()</managingEditor>
		<webMaster>arionlinux@yahoo.com()</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>all about internet marketing basic, affiliate program</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>arionlinux@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.marurat.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.marurat.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Belajar Blog</title>
			<link>http://www.marurat.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Bagaimana memperhatikan kepuasan pembeli?</title>
		<link>http://www.marurat.com/bagaimana-memperhatikan-kepuasan-pembeli.html</link>
		<comments>http://www.marurat.com/bagaimana-memperhatikan-kepuasan-pembeli.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 23:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[kepuasan pembeli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.marurat.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali saya mencari dan berkunjung ke website yang menjual productnya secara serius. Kalau sudah begini saya akan langsung mencari team supportnya dan mencoba mulai berbicara dengan mereka mengenai product yang mereka jual. Sering kali supportnya tidak online padahal begitu banyak team support yang dipajangkan disana. Kemudian ada juga yang online tetapi setelah diajak bicara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Sering kali saya mencari dan berkunjung ke website yang menjual productnya secara serius. Kalau sudah begini saya akan langsung mencari team supportnya dan mencoba mulai berbicara dengan mereka mengenai product yang mereka jual. Sering kali supportnya tidak online padahal begitu banyak team support yang dipajangkan disana. Kemudian ada juga yang online tetapi setelah diajak bicara tidak ada respon yang positif malahan sepertinya acuh tak acuh, serta banyak pengalaman lainnya yang tentunya anda juga pernah mengalaminya.<span id="more-106"></span></p>
<p class="MsoNormal">Penerapan kepuasan pelanggan oleh penjual product sering masih sekadar untuk memenuhi syarat, sehingga programnya sangat generik dan standar. Bagaimana membangun kepuasan pelanggan yang bernilai tambah?<br />
Pengertian kepuasan pelanggan (customer satisfaction/CS) terhadap suatu produk sampai kapan pun mestinya tidak berubah. CS tetap bermakna perbandingan antara apa yang diharapkan konsumen dengan apa yang dirasakan konsumen ketika menggunakan produk tersebut. Bila konsumen merasakan performa produk sama atau melebihi ekspektasinya, berarti mereka puas. Sebaliknya jika performa produk kurang dari ekspektasi konsumen, berarti mereka tidak puas.<br />
Jika CS cuma dipahami sebatas itu, upaya menyikapinya bisa membelenggu sebagian besar pemilik produk. Karena, mereka kemudian hanya terpaku pada bagaimana memuaskan pelanggan, tanpa melihat proses apa yang sedang berjalan. Pemilik produk melihat CS sebagai bagian yang terpisah, bukan menyatu dengan setiap proses produk itu sendiri. Akibatnya, mudah ditebak: pemilik produk lebih suka memilih jalur cepat memuaskan pelanggan. Misalnya, mengguyur hadiah atau memberikan layanan artifisial. Semua itu dimaksudkan supaya dapat mendongkrak ekspektasi konsumen.<br />
Untuk itu perlu diperhatikan faktor yang akan membangun kepuasan pelanggan/pembeli. Faktor-faktor tersebut adalah :</p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><strong>Mulailah dengan percaya      akan pentingnya kepuasan pembeli.</strong><br />
Seperti peribahasa yang menyatakan bahwa &#8220;konsumen adalah raja&#8221;.      Pentingnya kepuasan pelanggan tentu akan menentukan target dari penjualan</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Pilihlah pelanggan yang      benar untuk membangun kepuasan pembeli</strong><br />
Walaupun demikian, seringkali kita jumpai bahwa penjual kurang      memperhatikan point yang satu ini, sebab targetnya adalah memuaskan      pelanggan sebanyak mungkin. Yang perlu diperhatikan bahwa tidak selamanya      tanggapan pelanggan itu akan sama seperti yang kita harapkan</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Memahami harapan pembeli      adalah kunci.</strong><br />
Salah satu faktor eksternal adalah pelanggan sehingga perlu memahami      sebenarnya harapan pelanggan sehingga penjual tidak terlalu banyak dan      besar mengeluarkan biaya untuk memuaskan mereka</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Carilah faktor-faktor yang      mempengaruhi kepuasan pembeli.</strong><br />
Selain point 1, 2 dan 3. Maka perlu mencari langkah-langkah yang inovatif      terhadap faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan, salah satu contoh      adalah pelayanan (<em>service</em>). Faktor emosional adalah faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. Cobalah untuk membangkitkan emosional pelanggan (dari segi positif). Faktor emosi juga sering dilupakan oleh bagian marketing dalam mencari pasar dan memasarkan produk. Misalnya desain produk, citarasa dan lain-lain.</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Pelanggan/pembeli yang komplain      adalah pelanggan yang loyal. </strong>Sediakan isian komentar atau sejenisnya agar kita tahu sifat dan      karakteristik pelanggan yang dihadapi serta berusaha untuk memenuhi      tuntutan mereka. Perlu diperhatikan bahwa komplain yang tajam agar segera      diperbaiki yang lebih baik. Sebab ini akan menjadi bagian terpenting dalam      pemasaran. Seringkali saya melihat bahwa tidak adanya bagian ini di      website penjual product. Saya tidak tahu apakah mereka sengaja tidak      menyediakannya sehingga calon pembeli tidak dapat melihat komplain yang      sedang terjadi. Kebanyakan hanya memperlihatkan testimonial-testimonial      pelanggan yang sudah berhasil.</li>
<li class="MsoNormal"><strong>Garansi adalah lompatan      besar dalam kepuasan pelanggan.</strong><br />
Sering kita memberi produk seperti alat-alat elektronik, seringkali kita      diberi garansi n tahun (1 tahun, 2 tahun sampai bebas biaya service). Hal      ini akan membuat pelanggan lebih nyaman dengan pemakaian produk</li>
</ol>
<p><script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=55099&onlytitle=1" type="text/javascript"></script><br />
<h3>Random Posts</h3>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://www.marurat.com/membuat-blog-di-wordpress.html" title="Membuat blog di wordpress">Membuat blog di wordpress</a></li>
<li><a href="http://www.marurat.com/apa-itu-blog.html" title="Apa itu blog?">Apa itu blog?</a></li>
<li><a href="http://www.marurat.com/bagaimana-mendulang-rupiah-dari-posting-blog-anda.html" title="Bagaimana mendulang rupiah dari blog anda?">Bagaimana mendulang rupiah dari blog anda?</a></li>
<li><a href="http://www.marurat.com/wordpress-28-teganya-dikau.html" title="Wordpress 2.8 teganya dikau">Wordpress 2.8 teganya dikau</a></li>
<li><a href="http://www.marurat.com/kritik-siapa-takut.html" title="Kritik? siapa takut!!!">Kritik? siapa takut!!!</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.marurat.com/bagaimana-memperhatikan-kepuasan-pembeli.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.126 seconds -->
